24 Pelajar Wakili Riau di OSN  

Olimpiade Sains tingkat Provinsi yang diadakan bulan Juni lalu telah berlalu. Begitu juga dengan harapan seluruh peserta olimpiade tingkat provinsi itu, pengumuman peserta yang lulus ke ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN_ telah keluar. Sebanyak 24 pelajar terbaik provinsi ini kelak akan mewakili Riau ke ajang bergengsi itu.

Peserta-peserta OSN yang akan berjuang pada bulan Agustus mendatang berasal dari berbagai sekolah menengah atas di provinsi ini. Begitu juga dengan pilihan bidang yang akan diperlombakan. Dari bidang fisika, matematika, biologi, kimia, informatika, astronomi, kebumian dan beberapa bidang lain yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan (Disdik).

Sebenarnya, OSN ini telah adakan beberapa tahun yang lalu. Dan, dalam beberapa tahun belakangan, pelajar terbaik negeri ini yang berasal dari Riau telah berhasil lolos ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Seperti salah seorang pelajar SMAN Plus Riau yang bernama M Iqbal Bhakti Utama, berhasil lolos dalam Olimpiade Astronomi Internasional.


Kemudian, tahun ini disusul oleh Arief Haritsah (SMAN Plus Riau dalam Olimpiade Kebumian Internasional), Raja Oktovin (SMAN 1 Pekanbaru dalam Olimpiade Matematika Internasional), dan Bening Tirta Muhammad (SMAN 1 Pekanbaru dalam Olimpiade Kimia Internasional). Selain itu masih ada beberapa pejuang Olimpiade Internasional yang berasal dari Riau, seperti salah seorang alumnus SMAN Plus Fendrico Pratama dalam Olimpiade Biologi Internasional beberapa tahun yang lalu.

Begitu juga dengan prestasi yang telah diraih Riau dalam berbagai event Olimpiade selama ini. Seperti tahun lalu, Riau mendapatkan 10 medali pada ajang yang bergengsi itu. Begitu juga dengan tahun ini, pelajar terbaik Riau telah melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi pesta para pecinta sains ini. Para peserta OSN yang telah terpilih untuk mengikuti acara ini mengaku telah melakukan persiapan jauh-jauh hari untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Salah satu contohnya, adalah sebelas orang peserta OSN tahun ini dari SMAN Plus mengaku telah melakukan persiapan yang matang dalam ajang ini. Tidak hanya itu, seluruh sekolah yang mengirimkan utusan terbaiknya juga mengaku telah mempersiapkan anak didiknya sejak mereka baru menginjakkan kakinya di sekolah baru itu. Mulailah berbagai pelatihan persiapan Olimpiade dilakukan. Dengan harapan agar setiap utusan-nya dapat memberikan yang terbaik untuk Riau dan negeri ini. (Yelna-CCMD)

Dukung: Rusli Zainal Sang Visioner

Baca...“24 Pelajar Wakili Riau di OSN”...Selanjutnya
info ayam kampus, lonte mahasiswa pekanbaru,foto, video sure gadis pekanbaru, free sex area,nude party place in pekanbaru, cewek telanjang pekanbaru, video sex, mesum,

Suasana Mos di Pekanbaru  


Riau Pos:

Sekolah Ramai-ramai Gelar MOS dengan Atribut Aneh
Sebelum memulai proses belajar mengajar, hampir semua sekolah mulai dari tingkat SMP dan SMA di Kota Pekanbaru menggelar kegiatan yang disebut masa orientasi siswa (MOS). Kegiatan ini berlangsung dua hari yaitu Jumat (10/7) dan Sabtu (11/7).

Dan bukan hal aneh lagi jika dalam kegiatan tersebut, selain berisi pengenalan tentang sekolah kepada siswa baru, juga diisi dengan aneka kegiatan. Dan biasanya juga peserta MOS diwajibkan membawa atau memakai aksesoris yang cukup aneh.

Pantauan Riau Pos di sejumlah sekolah, para peserta MOS memang menggunakan aneka aksesoris yang aneh. Misalnya saja di SMAN 12 Pekanbaru. Siswa baru diwajibkan mengenakan kalung dari kulit telur, berdandan ala badut, dan lainnya.

Kalung dari kulit telur juga dipakai oleh peserta MOS di SMAN 9 Pekanbaru. Siswi baru juga memakai pita dari tali rafia,dan ikat pinggang dari daun kelapa.

Di SMAN 1, peserta MOS diwajibkan membawa botol berisi air berwarna. Di leher setiap peserta digantung kertas bertuliskan nama kelompok masing-masing.

Di SMKN 1, peserta masih memakai seragam SMP dari sekolah masing-masing.Selain itu, di leher tergantung kertas berukuran 30 cm X 10 cm dan tertuliskan masing-masing nama siswa dan tertulis setiap gugus. Untuk anak perempuan, rambut dijalin dua dan diberi pita berwarna merah putih berjumlah sebanyak 12 buah.

Sedangkan di SMKN 2, peserta menggunakan kaus oblong warna putih dan celana olahraga atau training warna hitam dan menggunakan sepatu warna hitam. Di leher juga digantung kertas yang bertuliskan nama-nama mereka masing-masing.

Dikonfrimasi soal kegiatan MOS dan atribut aneh yang dikenakan, Ketua Osis SMKN 2 Pekanbaru Agung Preyetno di sela-sela kegiatan MOS menyebutkan kalau MOS yang diadakan selama dua hari merupakan pengenalan awal bagi siswa baru mengenai lingkungan sekolah. Sehingga mereka tidak begitu asing ketika dimulainya proses belajar secara resmi.

‘’MOS ini diadakan bukan sebagai ajang bagi panitia untuk melakukan hal-hal yang sifatnya mengarah kepada fisik, tetapi memberikan contoh dan pengajaran positif. Kalau mengenai atribut yang sedikit memalukan mereka saya rasa itu bukan sesuatu yang memberatkan ,’’ ujar Agung.

Sumber: Riau Pos Sabtu, 11 Juli
Foto: Said Mufti, Riau Pos
Dukung: Rusli Zainal Sang Visioner

Baca...“Suasana Mos di Pekanbaru”...Selanjutnya
info ayam kampus, lonte mahasiswa pekanbaru,foto, video sure gadis pekanbaru, free sex area,nude party place in pekanbaru, cewek telanjang pekanbaru, video sex, mesum,
 
Rumah Rusli Zainal Sang Visioner is powered by Blogger